Thursday, January 24, 2008

Cerita tentang motivasi bekerja...

Hari selasa itu hari, abah terbaca satu artikel tentang motivasi pekerja. Dan tertarik dengan pandangan Peter Block berkaitan "culture of entitlement" yang banyak diamalkan oleh organisasi diMalaysia, dan salah satunya, syarikat tempat abah bekerja. Dari satu segi, bagus budaya itu, tapi dari satu segi lain, Peter Block kata -

“I am willing to do what is rewarded, I want desperately to know what they [the management] value, I refuse to do what is not rewarded, and I want greater rewards, especially when I deliver greater and greater results.

Ultimately, no level of reward is enough, for my work, and my purpose has become a game. Winning more becomes the point, for I need the game to feel valued. What I may not realize is that when I choose this path, I sacrifice my own purpose... Everything is offered up for auction, the most precious of which is our own freedom.

We are willing to surrender our freedom, especially in the workplace, in return for protection and promotion. We surrender sovereignty to the boss and they in turn protect us and look out for our interests... Subjugation in return for safety..."


Kata abah - Abah tak tahu samada abah berada pada tahap itu atau tidak. Tapi sebetulnya, duduk dalam keadaan budaya kerja macam itu, abah ada tendency untuk "malas nak buat apa yang management tak 'pandang'". Tapi dalam masa yang sama, abah tidak sampai hati nak menolak permintaan dari rakan sekerja yang memerlukan abah membantu mereka dalam perkara-perkara yang "management tak pandang".

Semoga abah tidak memilih jalan yang salah.

2 comments:

muzem said...

ini lah "dilema" si pekerja..huhu.. buat je lah abah, yg penting"Allah akan pandang", tak gitu?. Semoga lebih produktif utk diri sendiri.

MalimKundang said...

ha itulah kan abah.. sbb tuh kan sya tak begitu gemar budaya begitu... sehingga nak bercakap pun takut... jadi pak turut plak bukan my budaya.. sya bekerja bukan kerana nak mengampu.. biarlah usaha sya di nilai dari usaha saya.. tapi susah.. zaman sekarang lain.. dah akhir zaman lah